QUESTION:
Saya ingin mengetahui tata cara upacara kematian Hindu yang paling sederhana, beserta seluruh mantramnya. Bisakah Bhagawan Dwija menjelaskannya secara terperinci? Di tempat kami (Grobogan Jateng) mengalami kesulitan jika ada salah satu umat meninggal dunia.
Sebenarnya pura kami di grobogan cukup besar, sudah lama berdiri tapi baru saja ngenteg linggih. Umat kami sebenarnya banyak, tersebar di beberapa wilayah di kabupaten, hanya saja yang datang ketika purnama tilem bahkan di hari raya hanya sedikit.
Tahun-tahun terakhir ada banyak mahasiswa yang datang dari Bali untuk kuliah di sebuah akademi kebidanan dan keperawatan di purwodadi, grobogan, jadi sekarang pura banyak pengunjungnya.
Yang saya keluhkan, kesadaran kami sebagai umat Hindu sangat rendah. Baik untuk melakukan upacara maupun belajar weda. Pura seperti sunyi tak berpengunjung.
Yang peduli pada kebersihan pura juga hanya dua keluarga saja yang tinggal paling dekat dengan pura, lainnya seperti tidak ikut memiliki pura, merasa sebagai “tamu” saja.
Banyak orang hanya mengurusi urusan sendiri saja. Jarang ada kegiatan kumpul-kumpul di pura untuk membicarakan masalah umat. Dan yang paling miris lagi, pemangku pura kami, pemegang peran vital pura kami akan pindah ke Bali untuk alasan tertentu.
Beliau sebenarnya terpaksa akan pindah. Saya berpikir apa jadinya umat di grobogan? hanya sembahyang tiap purnama tilem, hari raya saja tanpa adanya pendalaman agama.
Jika seorang pemangku akan diganti, bagaimana seseorang itu layak menjadi pemangku? harus menguasai mantram apa saja? Harus bisa muput karya apa saja?
Ayah saya sudah dimawinten, tapi tidak menguasai mantram-mantram yang biasanya dikuasai pemangku pura kami, apakah bisa menjadi pemangku? Jika tidak ada pemangku, apakah persembahyangan bersama bisa tetap dilakukan?
Saya hanya manusia biasa yang banyak kekurangan. Mengubah kebiasaan sungguh sangat sulit. Saya ingin Hindu tetap “ada”. Tapi apa daya saya. Saya mengkopi tulisan bhagawan Dwija dan saya jilid dan taruh di pura kami.
Pemangku pura kami sangat senang membacanya dan sangat kagum pada Bhagawan Dwija, akhirnya tulisan Bhagawan sudah dikopi jadi banyak dan dibaca tidak hanya satu dua orang saja.
Saya ingin warga seluruh penyungsung pura kami sadar. Ke depan, saya sungguh tidak tahu nasib kami.
Terima kasih atas perhatian Bhagawan Dwija.
ANSWER:
Coba berikan alamat pos anda yang lengkap, saya bisa bantu dengan buku-buku, terutama Pedoman Dasar Kepemangkuan, dll. Selanjutnya kita bisa ‘belajar’ jarak jauh. Saya bangga dengan semangat anda, untuk membela Hindu.
Related posts:

Recent Comments