Pura dan Sanggah Pamrajan

1. PENDAHULUAN

Suatu ciri utama kehidupan dalam ber-Agama Hindu adalah percaya dan bakti kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa/ Tuhan Yang Maha Esa. Kekuasaan-Nya tidak terbatas sedangkan kemampuan manusia sangat terbatas. Read more » Pura dan Sanggah Pamrajan

Pura atau Sanggah Pamerajan Pakai Atap?

Lontar yang mengatur tentang tata cara membangun tempat suci berbentuk Pura atau Sanggah Pamerajan adalah:

  1. Gong Besi
  2. Sanghyang Aji Swamandala
  3. Tutur Kuturan
  4. Sanghyang Anala. Read more » Pura atau Sanggah Pamerajan Pakai Atap?

Menjaga Kesucian Pura

Sebuah pertanyaan menggelitik pernah diajukan kepada saya oleh seorang pemuda dengan jujur dan terbuka: “Mengapa Pura harus dijaga kesuciannya, dan apa pula kriteria kesucian itu” dilanjutkan dengan pertanyaan yang lehih sulit dijawab: “Bukankah Sanghyang Widhi ada di mana-mana, walaupun di tempat kotor dan nista sekalipun?” Read more » Menjaga Kesucian Pura

Etika Berbusana ke Pura

QUESTION:

Saya ingin menanyakan pada Ida Pandita bagaimana seharusnya etika berbusana ke pura yang baik dari sudut pandang agama, etika, filosofis, dan opini Ida Pandita sendiri?

Saya berpendapat bahwa saat ini kebanyakan pemuda atau bahkan orang tua saat sembayang ke pura terkesan seperti menampakkan modernitas dalam berbusana, asal pake kebaya meski brokat dan terlihat transparan, ketat tidak apa2 dan sah2 saja, terlebih untuk kaum perempuan. Read more » Etika Berbusana ke Pura

Pura Jagatnatha

Pura Jagatnatha yang ada di setiap Kabupaten adalah jenis Pura “penyungsungan jagat” yang dibangun dengan pertimbangan mula-mula agar “kaum pendatang” yang tidak “mekrama desa” di kota itu mempunyai tempat bersembahyang.

Hal ini disebabkan karena Pura-pura Kahyangan Tiga yang sudah ada sebelumnya (dari zaman Mpu Kuturan) adalah bagi penduduk desa pakraman yang bersangkutan. Read more » Pura Jagatnatha

Pembangunan Pura

QUESTION:

Kita ketahui bersama Pura pada umumnya dibagi menjadi tiga sekat, yaitu sekat pertama (UtamaningMandala), sekat kedua (Utamaning Madya) dan sekat ketiga (…), menurut bhagawan yang dikatakan Pura itu dalam arti yang dijaga kesuciannya Read more » Pembangunan Pura

Pemangku di Kepengurusan Pura

QUESTION :

Apakah boleh seorang pemangku duduk di jajaran kepengurusan pura (dadiya)

ANSWER :

Pemangku hanya berurusan soal yadnya saja. Soal organisasi serahkan kepada Klian Dadia

Pura-Pura Dalam Prosesi Meajar-Ajar

QUESTION:

Mengenai meajar-ajar telah dijelasan bahwa umat Hindu Bali diwajibkan untuk mengunjungi pura-pura wajib sebagai kegiatan ngaturang suci penerus untuk ngiringin Bhatara Raja Dewata dengan tujuan untuk mapiuning karena sudah selesai melaksanakan upacara Pitra Yadnya. Read more » Pura-Pura Dalam Prosesi Meajar-Ajar

Page 1 of 3123