Standarisasi Banten

QUESTION:

Saya dulu pernah membaca tentang artikel Ida Pandita mengenai standarisasi banten, yang ingin saya tanyakan standarisasi banten ini apakah termasuk pengaruh globalisasi yang ada di kalangan umat hindu? seperti apakah gambaran standarisasi yang ada?

Kemudian apakah juga berpengaruh pada upacara adat? Dengan adanya standarisasi yang ada apakah tidak menghilangkan makna atau hakekat tradisi yang sudah ada.

Menurut saya, perubahan karena pengaruh globalisasi akan membuat umat hindu semakin berpikir sempit, misalkan sekarang sudah ada standarisasi banten kok susah2 ikuti aturan yang lama.

Atau skrg sdh globalisasi jadi sah2 saja pake baju kebaya brokat yang transparan kan modern? Bagaimana menurut Ida Pandita sendiri sebagai pembimbing Umat Hindu?

ANSWER:

Seingat saya saya tidak pernah menggunakan istilah “standarisasi banten” yang saya gunakan adalah “penyederhanaan banten” Ini mempunyai pengertian berbeda.

Kalau yang pertama, artinya semua banten untuk keperluan upacara tertentu akan sama, di mana pun tempatnya (di Badung, di Buleleng, di Gianyar dst). Ini hal yang tidak mungkin dan bertentangan dengan prinsip kita: desa – kala – patra.

Namun yang saya inginkan, mengajak umat kita di Bali, agar menyederhanakan banten menurut tradisi setempat, namun tetap berpedoman pada Lontar-lontar tentang plutuk banten.

Kesimpulannya, gunakan banten sesuai dengan petunjuk lontar, tidak dilebih-lebihkan atau ditambah-tambah dengan “kreasi” tukang banten. Di banyak desa di Buleleng, sering tukang banten itu memperbesar volume banten karena motif bisnis. Ini yang tidak benar dan akhirnya akan menyengsarakan rakyat.

Globalisasi memang mau tak mau akan mempengaruhi budaya dan kehidupan kita, termasuk kehidupan beragama.

Namun dalam era globalisasi dibutuhkan kedewasaan kita untuk mengadaptasi mana-mana yang sesuai dengan ajaran agama Hindu-Bali, dan mana-mana yang harus ditolak karena tidak sesuai atau bertentangan.

Related posts:

  1. Sosialisasi Banten
  2. Banten Guru Piduka
  3. Banten Caru Eka Sata
  4. Mengapa Perlu Banten dan Sulinggih
  5. Banten Yang Banyak, Mahal, Sulit, dan … Sia-Sia

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>