QUESTION:
Di rumah tangga ada dua jenis bangunan sanggah, yaitu yang disebut sanggah gede dan sanggah alit. Pertanyaan saya mengenai sanggah alit di rumah saya sebagai berikut: Dewa Hyang, Dugul, Rong Telu, Peliangan, Taksu, Piasan, dan Padmasana masing-masing palinggih Bethara/ Dewa siapa?
ANSWER:
Nama lengkap tempat sembahyang keluarga adalah: Sanggah Pamerajan. Sanggah berasal dari kata sanggar artinya tempat suci; Pamerajan berasal dari kata praja, artinya keluarga. Jadi Sanggah Pamerajan artinya tempat suci (sembahyang) bagi suatu keluarga.
Yang dimaksud sanggah gede dari pertanyaan anda, maksudnya adalah Pura Dadia, yang disungsung oleh beberapa keluarga. Menurut Lontar Kuturan yang memuat pewarah Mpu Kuturan, sanggah pamerajan bagi keluarga kecil adalah: kemulan rong tiga, taksu, dan pangerurah.
Setelah kedatangan Danghyang Nirarta ke Bali di abad ke-15, diperkenalkan konsep Tripurusa dengan mewujudkan palinggih Padmasari atau padmasana. Sejak itu maka sanggah pamerajan dilengkapi dengan padmasari.
Jika padmasari memakai dasar bedawang nala disebut padmasana. Padmasana ditempatkan di Pura Dadia atau Pura-Pura lain yang penyungsungnya lebih banyak. Sebabnya karena biaya pembangunan dan upacaranya cukup besar.
Pelinggih-pelinggih yang ditanyakan itu masing-masing adalah:
- Padmasari linggih Hyang Siwa Raditia
- Dewa Hyang palinggih roh leluhur di bawah Kawitan
- Dugul palinggih Bethara Kala
- Kemulan Rong Telu palinggih manifestasi Hyang Widhi dalam wujud Brahma, Wisnu, Iswara
- Peliangan mungkin maksudnya Pariangan, linggih Bethara Samo Daya
- Taksu palinggih Dewi Saraswati
- Piasan, linggih Bethara ketika dihaturi piodalan atau rerainan
Related posts:

Recent Comments