Penamaan Awatara Untuk Hal Lain

QUESTION:

Pertanyaan seputar digunakannya nama Awatara untuk hal lain.

ANSWER:

Penggunaan nama-nama Awatara: Wisnu, Rama, dan Kresna sebagai merek sepeda motor adalah kasus pelecehan karena merendahkan derajat Awatara dan menyinggung harga diri orang yang beragama Hindu di mana Awatara sangat dihormati, disucikan, dan dijunjung tinggi.

Kata-kata itu bukan hal biasa tetapi hal yang sakral karena dengan menyebut-Nya kita teringat akan Tuhan (Ida Sanghyang Widhi Wasa). Bagaimana mungkin ingatan kita kepada Tuhan lalu diganti dengan ingatan kepada sepeda motor? Lebih parah lagi jika terjadi dialog: “Kamu ke pasar naik apa?” lalu dijawab: “Naik Wisnu” Wah bagaimana ini, tidakkah anda kaget dan tersinggung?.

Penggunaan kata-kata sakral atau sesuatu lain yang disakralkan tidak pada tempatnya, bukan hanya dilakukan oleh orang lain tetapi juga oleh orang Hindu di Bali. Misalnya dahulu di Denpasar ada bioskop yang bernama Bioskop Wisnu. Tari barong yang sakral sudah dipertontonkan secara umum seperti theater setiap hari. Nama-nama tokoh pewayangan dan awatara digunakan sebagai nama jalan. Jangan kaget bila beberapa hari lalu di TV Indosiar digelar sepasang barong Bali yang mondar-mandir (bukan menari) diiringi musik sebagai background.

Sikap kita terhadap masalah itu sudah pasti protes, namun protes disalurkan melalui PHDI sebagai lembaga tertinggi Hindu Indonesia. Di samping itu kita sendiri perlu menjaga kesakralan dan keagungan nama, simbol, gambar, tarian dll. agar orang lain tidak meniru menggunakannya untuk tujuan-tujuan yang menyimpang dari kaidah Agama Hindu.

Related posts:

  1. Awatara dan Itihasa
  2. Tata Cara Penamaan Bayi
  3. Sembahyang di Sanggah Pamerajan Orang Lain yang Tidak Sewarga (Soroh)
  4. Rejeki Untuk Persembahan
  5. Masuk Agama Lain

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>