Ask Bhagawan Dwija

Bhagawan DwijaAny private or public question about Hinduism aspects? Whatever lightweight or heavyweight level of the question(s), DO NOT HESITATE, just meet him online.
Yahoo Mail: bhagawandwija@yahoo.com
Facebook: facebook.com/people/bhagawan-dwija/1044273751

Features

Stiti Dharma MobileTry Stiti Dharma Mobile with your mobile phone (http://stitidharma.org). Picture preview beside. [1]
Translate this site using Google Translate. It doesn’t give a perfect result but give it a try. Click here. [2]
View our Gallery at the sidebar Pages menu (also appear at the top of our website). Click here. [3]
On going… A lot of QA (Question & Answer) content at QA category. Click here. [4]

Calendar

March 2010
M T W T F S S
« Feb    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Who's Online

12 visitors online now
12 guests, 0 members

Categories

Mempralina Sanggah

QUESTION:

1. Saya mau mempralina beberapa sanggah karena rumah mau dijual. Sanggah yang ada, yaitu:

  1. Penyawangan sesuhunan/ kawitan, bahan pohon dadap (turus lumbung).
  2. Tugu Pengelurah.
  3. Tugu penunggun karang.
  4. Pelangkiran biasa di dalam rumah.

Apa saja sarana yang dipakai untuk mempralina? Cukup pejati saja?

2. Apa setiap sanggah memakai pejati? Sanggah No. 1 dan 2 berdampingan. Kalau bisa sedikit runtutan upacaranya selain soal banten.

ANSWER:

1. Jawaban:

  1. Banten piuning adalah pejati di tiap pelinggih
  2. Di tiap pelinggih, selain pejati, agar ada ‘Daksina Pelinggih’ yaitu daksina biasa yang dibungkus kain putih/ kuning. Fungsinya sebagai stana Ida Bhatara agar nantinya dituntun ke tempat yang baru, atau dihanyutkan ke segara (dalam pengertian dikembalikan ke alam niskala melalui pensucian sapta gangga).
  3. Banten itu dihaturkan dengan puja/ mantra seperti bisanya, seperti ngaturang banten biasa, serta ditambah puja/ mantra pemendak Bhatara dengan memohon ijin catur dewata.
  4. Setelah itu, banten pejati dilungsur, dan daksina lingga diambil dari pelinggih. Lanjutkan dengan sembahyang seperti biasa serta mohon ijin untuk melakukan pralina.
  5. Pelinggih di pralina dengan mantra: OM I BA SA TA A YA NAMO SIWAYA OM ANG UNG MANG, OM SA BA TA A I WA SI NA NA YA OM MANG UNG ANG, OM MOKSANTU, SWARGANTU, SUNIANTU, KSAMANTU, MURCANTU, HRANG HRING SAH PARAMA SIWA ADITYA YA NAMO NAMAH SWAHA.
  6. Lalu percikkan tirta dari Sanggar surya, kemudian pelinggih bisa dibongkar. Bekas-bekas bongkaran agar dibuang ke laut, agar tidak digunakan untuk lain-lain.

2. Jawaban: sudah, lihat di atas

 Bhagawan Dwija dari Geria Tamansari Lingga, Singaraja, lahir di Singaraja tanggal 13 Maret 1945. Pendidikan dimulai di Sekolah Rakyat No. 1 Singaraja, dilanjutkan ke SMP No. 1 Singaraja, SMEA Singaraja, FE UniBraw Malang, Sekolah Kader Pimpinan I BRI Jakarta, Univ. of Phillippines, Los Banos, dan SESPIBANK Jakarta. More from author

Related posts:

  1. Sanggah Alit
  2. Sanggah Rong 3, Rong 2, dan Padma
  3. Ngaben dan Mlaspas Sanggah
  4. Sanggah Pamerajan – Seri II
  5. Sanggah Pamerajan – Seri III

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>