Any private or public question about Hinduism aspects? Whatever lightweight or heavyweight level of the question(s), DO NOT HESITATE, just meet him online.
Yahoo Mail: bhagawandwija@yahoo.com
Facebook:
QUESTION:
1. Saya mau mempralina beberapa sanggah karena rumah mau dijual. Sanggah yang ada, yaitu:
- Penyawangan sesuhunan/ kawitan, bahan pohon dadap (turus lumbung).
- Tugu Pengelurah.
- Tugu penunggun karang.
- Pelangkiran biasa di dalam rumah.
Apa saja sarana yang dipakai untuk mempralina? Cukup pejati saja?
2. Apa setiap sanggah memakai pejati? Sanggah No. 1 dan 2 berdampingan. Kalau bisa sedikit runtutan upacaranya selain soal banten.
ANSWER:
1. Jawaban:
- Banten piuning adalah pejati di tiap pelinggih
- Di tiap pelinggih, selain pejati, agar ada ‘Daksina Pelinggih’ yaitu daksina biasa yang dibungkus kain putih/ kuning. Fungsinya sebagai stana Ida Bhatara agar nantinya dituntun ke tempat yang baru, atau dihanyutkan ke segara (dalam pengertian dikembalikan ke alam niskala melalui pensucian sapta gangga).
- Banten itu dihaturkan dengan puja/ mantra seperti bisanya, seperti ngaturang banten biasa, serta ditambah puja/ mantra pemendak Bhatara dengan memohon ijin catur dewata.
- Setelah itu, banten pejati dilungsur, dan daksina lingga diambil dari pelinggih. Lanjutkan dengan sembahyang seperti biasa serta mohon ijin untuk melakukan pralina.
- Pelinggih di pralina dengan mantra: OM I BA SA TA A YA NAMO SIWAYA OM ANG UNG MANG, OM SA BA TA A I WA SI NA NA YA OM MANG UNG ANG, OM MOKSANTU, SWARGANTU, SUNIANTU, KSAMANTU, MURCANTU, HRANG HRING SAH PARAMA SIWA ADITYA YA NAMO NAMAH SWAHA.
- Lalu percikkan tirta dari Sanggar surya, kemudian pelinggih bisa dibongkar. Bekas-bekas bongkaran agar dibuang ke laut, agar tidak digunakan untuk lain-lain.
2. Jawaban: sudah, lihat di atas
Related posts:

Recent Comments