Ask Bhagawan Dwija

Bhagawan DwijaAny private or public question about Hinduism aspects? Whatever lightweight or heavyweight level of the question(s), DO NOT HESITATE, just meet him online.
Yahoo Mail: bhagawandwija@yahoo.com
Facebook: facebook.com/people/bhagawan-dwija/1044273751

Features

Stiti Dharma MobileTry Stiti Dharma Mobile with your mobile phone (http://stitidharma.org). Picture preview beside. [1]
Translate this site using Google Translate. It doesn’t give a perfect result but give it a try. Click here. [2]
View our Gallery at the sidebar Pages menu (also appear at the top of our website). Click here. [3]
On going… A lot of QA (Question & Answer) content at QA category. Click here. [4]

Calendar

March 2010
M T W T F S S
« Feb    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Who's Online

9 visitors online now
9 guests, 0 members

Categories

Upakara (Banten) Untuk Upacara Makingsan di Gni

  1. Nuwur tirta wangsuh-pada di Sanggah Pamerajan dan Kahyangan Tiga
    • Pejati
  2. Ngulapin di Pura Dalem.
    • Pejati
    • Pengulapan/ Pengambean
    • Sodaan
    • Segehan

Doa Menenangkan Atma

Om Swastyastu. Puja-nya sebagai berikut:

OM AYANTU PITARA DEWAH
AYANTU PITARA GANEM
AYANTU PITARA SARWA
YA NAMA SIWAYA

Caru dan Tawur

Om Swastyastu.

1. Caru dan tawur merupakan satu kesatuan, di mana tawur adalah bagian-bagian caru yang di ‘tek-tek’ kemudian ditebarkan di tanah. Bagian-bagian caru itu: kelungah, binatang/ darah, tumpeng, sate, reramesan, dan dicampur dengan nasi oran, atau bila carunya besar, ada tepung putih yang merajah.Tawur ditebarkan ke tanah tempat mecaru, keliling halaman rumah, sanggah pamerajan, dll. Bila tawur kesanga, tawur juga ditebarkan ke seluruh desa, ke sawah, kebun, dan tanah kosong lainnya.

Susunan Acara Piodalan

Urutan upacara Piodalan tingkat “biasa”

  1. Mareresik
  2. Mapiuning
  3. Macaru

Banten Sebagai Pengganti Mantra

Banten pada awalnya ketika diajarkan pembuatannya di Desa Puakan (Kecamatan Tegallalang, Gianyar, Bali) oleh Maha Rsi Markandeya kepada penduduk setempat di abad ke-8, bernama “Bali” atau “Wali”. Lama kelamaan tradisi yang diajarkan itu berkembang ke seluruh pulau, sehingga orang-orang yang bersembahyang menggunakan banten, dinamakan “Orang Bali” dan pulau kecil inipun bernama Pulau Bali.

Page 1 of 912345...Last »