Penderita Tiga Buta Malu Belajar

“Tiga buta”, meminjam istilah Bapak Romi Sudhita dari Undiksha Singaraja, yaitu: buta aksara/ angka, buta bahasa Indonesia, dan buta pengetahuan dasar, terkadang mengherankan sekaligus menggelikan.

Betapa tidak, di zaman milennium ini masih juga ada penderita tiga buta. Apalagi disebut, Kabupaten Buleleng mempunyai penderita tiga buta yang paling banyak di Bali. Read more » Penderita Tiga Buta Malu Belajar

Dakin Peluh

Seorang Sulinggih sedang duduk-duduk dengan anggun di bangunan “Gedong” di sebuah Geria, ketika keheningan pagi itu terkuak oleh sapaan seorang kaula yang datang nangkil: “Ratu Sulinggih, titiang mamitang lugra” kemudian kaula lain teman dan keluarga si kaula yang paling tua itu turut mengucapkan sapaan setengah berguman sambil mencari-cari tempat duduk yang pantas, yaitu di bawah, dan di teben. Read more » Dakin Peluh

The Canthy Paid Bankung

Sebuah Innova melesat mulus menyalip mobil saya di tikungan Gitgit dalam perjalanan ke Denpasar dari Singaraja. Sopir saya mendecak tanda geram, karena cara mendahului seperti itu melangar peraturan lalu lintas.

Sambil menggerutu ia bertanya: “Ratu, yen kekenten napi dados tangkep pulisi?” (Bapak, kalau begitu apa boleh ditangkap polisi?). Read more » The Canthy Paid Bankung

Bajang Colong

“Bangun, bangun, suba tengai, dong adi leplep gati je pulesne I Gde, ibisanje sube orain, de megadang; Beli, dundun je panake tunden nguling, nyanan sube rauh Ida Bhagawan tonden masi lebeng gulinge, lek atine, oo!” (Bangun, bangun, sudah siang, wah kok nyenyak sekali tidurnya I Gde, semalam sudah diingatkan, jangan melek; Kak, bangunin anakmu itu suruh membuat babi guling, nanti sudah datang Ida Bhagawan belum juga matang babi gulingnya, kan malu lho!). Read more » Bajang Colong

Mi Si La Re (3762)

3762 bukan nomor telepon atau nomor “togel” (totto/ judi gelap) tetapi bila dibaca dengan not lagu berbunyi: 3 = mi, 7 = si, 6 = la, dan 2 = re. Jadi 3762 dibaca cepat: misi lare, atau misi rare, artinya berisi bayi, alias hamil.

Diucapkan bisik-bisik sambil cekikikan oleh anak-anak muda Buleleng yang jahil. Ditujukan pada “gadis” yang mendapat “kecelakaan” yaitu hamil sebelum nikah. Read more » Mi Si La Re (3762)

Lak-Lak

Dingin di bulan Juli membuat I Kacir malas bangun pagi. Baru saja dia menutup seluruh badan dengan selimut, ibunya menggedor pintu kamar sambil berteriak: “Bangun tut, sube das lemah, tulungin meme ngajang dagangan!” (bangun Ketut, sudah hampir pagi, tolong ibu mengangkuti barang dagangan!).

I Ketut Kacir ngerepak (tergesa-gesa) bangun melempar selimut, dan mendekati ibunya yang sedang menjunjung penarak (bakul besar). “Mekemuh malu, abe men oot pesake ane di beten gelebege” (berkumur dulu, lalu ambilkan sekam yang ada di bawah lumbung). Read more » Lak-Lak

Nyakan Diwang

Nyepi di Bali dirayakan dengan berbagai cara yang mentradisi di masing-masing Desa sehingga membuatnya menjadi semarak dan menarik perhatian wistawan.

Di Desa Banjar, 15 kilometer arah barat kota Singaraja, Buleleng ada tradisi dalam rangkaian hari raya Nyepi yang dinamakan “Nyakan Diwang”. Read more » Nyakan Diwang

Memacul

Sejak bom-Bali pertama harapan anak-anak muda pedesaan yang putus sekolah untuk mencari kerja di Denpasar sudah pupus. Banyak karyawan hotel dan pekerja sektor pariwisata terpaksa di-PHK-kan karena pasaran lesu, turis sedikit karena takut datang ke Bali. Read more » Memacul

Page 1 of 512345