Ask Bhagawan Dwija

Bhagawan DwijaAny private or public question about Hinduism aspects? Whatever lightweight or heavyweight level of the question(s), DO NOT HESITATE, just meet him online.
Yahoo Mail: bhagawandwija@yahoo.com
Facebook: facebook.com/people/bhagawan-dwija/1044273751

Features

Stiti Dharma MobileTry Stiti Dharma Mobile with your mobile phone (http://stitidharma.org). Picture preview beside. [1]
Translate this site using Google Translate. It doesn’t give a perfect result but give it a try. Click here. [2]
View our Gallery at the sidebar Pages menu (also appear at the top of our website). Click here. [3]
On going… A lot of QA (Question & Answer) content at QA category. Click here. [4]

Calendar

March 2010
M T W T F S S
« Feb    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Who's Online

14 visitors online now
14 guests, 0 members

Categories

Spanyol

The next story after: Gerbang Hindu di Kedung Gebang

Kunjungan kedua kali tanggal tujuh belas September ke Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi membawa kenangan lain, lebih indah dari kunjungan pertama bulan April yang lalu. Selain keramahan penduduk yang menyambut, juga kenalan-kenalan lama berebut menjabat tangan saya. Pembicaraan lebih akrab, lebih ramai, tidak sungkan-sungkan lagi, dan lebih terbuka. Saya juga lebih berani dan lugas menanyakan hal-hal yang bersifat pribadi tanpa menyinggung perasaan mereka.

TTM

Meliani duduk santai di teras rumah sambil merenungkan nasib dirinya dalam kisah asmara dengan Agus, pemuda ganteng yang baru dikenal tiga bulan lalu. Ketika itu dia sedang jalan-jalan di taman kota bersama teman sekolahnya, Yustina. Duduk di rumput, Yustina menggoda Meliani: “Ada temanku naksir kamu, namanya Agus. Dia nanya apa kamu masih single”. “Terus kamu jawab apa?” Meliani menanggapi. “Tentu dong, aku menjawab jujur. Kamu masih sendiri; betul kan? Kamu baru putus sama si Kiper anak SMU yang punya tato bunga mawar di lengan kirinya itu kan?” Meliani menatap Yustina dengan wajah serius: “Seberapa jauh kamu buka-buka rahasiaku, Tin?” “Yah sebatas yang perlu-perlu saja. Dia yang nanya apa kamu masih virgin nggak,” jawab Yustina.

3762

3762 bukan nomor telepon atau nomor “togel” (totto/ judi gelap) tetapi bila dibaca dengan not lagu berbunyi: 3 = mi, 7 = si, 6 = la, dan 2 = re. Jadi 3762 dibaca cepat: misi lare, atau misi rare, artinya berisi bayi, alias hamil. Diucapkan bisik-bisik sambil cekikikan oleh anak-anak muda Buleleng yang jahil. Ditujukan pada “gadis” yang mendapat “kecelakaan” yaitu hamil sebelum nikah. Susunan angka itu bisa berubah menjadi plat mobil: DK 3762 SN, ini lebih konyol lagi, bila si gadis hamil dan tidak ada lelaki yang bertanggung jawab, atau banyak lelaki yang menjadi kekasih si gadis, karena DK di kalangan anak muda bisa berarti D = dadi (boleh) dan K = … (maaf disensor), artinya “boleh digarap” atau si gadis mau diajak kencan oleh siapa saja. Lalu huruf SN artinya Sing ada Ngakuin (tidak ada yang mengaku) bila kemudian ia hamil. 3762 diucapkan pula oleh orang tua dengan nada kesal atas perilaku anak gadisnya.

Bobabe Perlu Juarine Kanggo

Kesadaran manusia telah memasuki zaman edan (zaman kali) mungkin awalnya dirasakan tahun enam puluhan oleh maman Wirya, penjual daging babi keliling asal Banjar Jawa, Singaraja. Sambil bernaung dari terik matahari siang yang menyengat tengkuknya, maman Wirya duduk setengah bersender di sebatang pohon singapur di tepi jalan Giri Putri. Dia memikirkan pasang surut usaha kecil-kecilan yang ditekuninya sejak lima tahun lampau. Dengan rajin mulai jam empat dini hari maman Wirya naik sepeda gayung dari rumahnya ke Kampung Tinggi menemui jagal cina bernama Babah Leong.

Penderita Tiga Buta Malu Belajar

“Tiga buta”, meminjam istilah Bapak Romi Sudhita dari Undiksha Singaraja, yaitu: buta aksara/ angka, buta bahasa Indonesia, dan buta pengetahuan dasar, terkadang mengherankan sekaligus menggelikan. Betapa tidak, di zaman milennium ini masih juga ada penderita tiga buta. Apalagi disebut, Kabupaten Buleleng mempunyai penderita tiga buta yang paling banyak di Bali. Ini tantangan bagi kita semua, baik kalangan rohaniawan, pejabat pemerintah, cendekiawan, guru/ pengajar, maupun masyarakat umum.

Page 1 of 712345...Last »