Ask Bhagawan Dwija

Bhagawan DwijaAny private or public question about Hinduism aspects? Whatever lightweight or heavyweight level of the question(s), DO NOT HESITATE, just meet him online.
Yahoo Mail: bhagawandwija@yahoo.com
Facebook: facebook.com/people/bhagawan-dwija/1044273751

Features

Stiti Dharma MobileTry Stiti Dharma Mobile with your mobile phone (http://stitidharma.org). Picture preview beside. [1]
Translate this site using Google Translate. It doesn’t give a perfect result but give it a try. Click here. [2]
View our Gallery at the sidebar Pages menu (also appear at the top of our website). Click here. [3]
On going… A lot of QA (Question & Answer) content at QA category. Click here. [4]

Calendar

March 2010
M T W T F S S
« Feb    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Who's Online

12 visitors online now
11 guests, 1 members

Categories

Siwa Ratri: Malam Peleburan Dosa atau Penyadaran Dosa?

Om Swastyastu. Siwaratri bukan malam ‘peleburan dosa’, tetapi adalah malam ‘penyadaran dosa’ karena:

  1. Siwaratri artinya Siwa = Tuhan/ Bhatara Siwa; ratri = malam. Atau malamnya Bhatara Siwa/ Tuhan, saat yang tepat bagi manusia untuk merenungi kehidupan di masa lampau serta sadar/ eling pada dosa-dosa yang terlanjur, baik sengaja atau tidak sengaja telah terjadi. Kemudian berjanji dan menguatkan tekad untuk tidak mengulangi dosa. Demikian halnya dengan kisah Lubhdaka di mana setelah siwaratri dia tidak lagi berbuat dosa.

Mengamalkan Nilai-Nilai Brata Siwaratri Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Siwaratri dalam bahasa Jawa kuno berarti “malam Dewa Siwa” yaitu suatu malam di mana Dewa Siwa sebagai manifestasi Ida Sanghyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa), menggelar samadhi untuk kesejahteraan dunia dan umat manusia. Hari yang mulia ini tiba sehari sebelum bulan gelap yang ketujuh menurut sistem kalender Hindu di Bali.

Dapatkah Dosa Ditebus Dengan Siwaratri?

Pertanyan ini menggelitik di kalangan warga Hindu bila mereka membandingkan dengan inti kepercayaan agama-agama lain. Manusia religius ketika sadar telah melakukan hal-hal yang dilarang agamanya (berdosa) ingin bertobat dan mencari upaya menenangkan batin dengan berbuat sesuatu yang dianggapnya dapat menebus dosa dalam pengertian “menghapus dosa”. Adakah Hindu membuka peluang bagi mereka?