Any private or public question about Hinduism aspects? Whatever lightweight or heavyweight level of the question(s), DO NOT HESITATE, just meet him online. Yahoo Mail: bhagawandwija@yahoo.com Facebook:
Try Stiti Dharma Mobile with your mobile phone (). Picture preview beside. [1]
Translate this site using Google Translate. It doesn’t give a perfect result but give it a try. Click . [2]
View our Gallery at the sidebar Pages menu (also appear at the top of our website). Click here. [3]
On going… A lot of QA (Question & Answer) content at QA category. Click here. [4]
Om Swastyastu. Urut-urutan acara dalam menyambut Hari Raya Nyepi
1. TAHAP PERTAMA (MELASTI)
Melasti adalah Bahasa Kawi berasal dari kata “mala” = kotoran dan “asti” = abu/ lebur dengan demikian melasti artinya melebur kotoran. Kegiatan melasti juga disebut melelasti, melis, mesucian, mekiyis.
“Nyepi” kita ketahui sebagai hari raya, tahun baru umat Hindu di Indonesia. Namun tidak banyak yang mengetahui bagaimana caranya menetapkan hari raya Nyepi, atau lebih tepat Sistem kalender apa yang digunakan untuk menetapkan tahun baru itu. Sistem kalender yang digunakan adalah “Kalender Saka-Bali”. Kalender Saka menggunakan Tahun Saka, yakni penetapan sistem kalender oleh Raja Kaniska I dari Dinasti Kusana, India Selatan pada 21 Maret 79 Masehi.
Om Swastyastu. Nyepi meliputi aspek menyeluruh dari Trihita Karana (parhyangan, pawongan, palemahan). Oleh karena itu rangkaian acara penyepian berurutan sebagai berikut:
Melasti: Mala (keletehan) – Asti (dilebur/ dibuang) maka umat Hindu melasti ke laut. Laut adalah sumber tirta amertha kamandalu, yaitu mengandung ’sapta-gangga’ (laut India sebagai muara dari 7 sungai suci di India: Gangga, Sindu, Saraswati, Yamuna, Kaveri, Sarayu, Godavari). Sungai-sungai itu suci karena di lembahnyalah Veda diwahyukan kepada Sapta-Maha-Rsi. Laut di dunia menyatu, maka kita melasti ke pantai Sanur misalnya, sama juga mendapat kesucian sapta-gangga. ‘Anganyudaken sarma mala, lan amet tirtha amerta kamandalu ring telenging samudra’
Banyak kalangan lain melihat keunikan tersendiri bagi umat Hindu Nusantara merayakan Tahun Barunya. Umat lain merayakannya dengan kemeriahan, pesta makan-minum, pakaian baru, dan sebagainya. Umat Hindu, justru di Tahun Baru Saka yang jatuh pada “Penanggal Ping Pisan Sasih Kadasa” menurut sistem kalender Hindu Nusantara, yaitu di saat “Uttarayana” (hari pertama matahari dari katulistiwa menuju ke garis peredaran di lintang utara), merayakannya dengan sepi yang kemudian bernama “Nyepi” artinya membuat suasana hening, tanpa kegiatan (amati karya), tanpa menyalakan api (amati gni), tidak keluar rumah (amati lelungaan), dan tanpa hiburan (amati lelanguan), yang dikenal dengan istilah “Catur Berata Penyepian”.
Om Swastyastu. Astronomi (Ilmu perbintangan) yang menjadi patokan perhitungan untuk hari-minggu-bulan-tahun bagi umat manusia sebenarnya sudah dikenal di India sekitar 12.000 tahun Sebelum Masehi (SM). Dari India astronomi ini menyebar ke benua Eropa dan Asia.
Recent Comments