Perilaku Manusia - Selayang Pandang

Perilaku manusia dibentuk sejak dalam kandungan oleh faktor-faktor sebagai berikut:

  1. Kondisi pasangan suami-istri ketika berhubungan badan.
  2. Kondisi kandungan atau bayi sejak embrio hingga lahir.
  3. Karmawasana/ karmaphala roh dari kehidupan di masa lalu, swabhawa (bibit-bibit sifat) dan swaguna (bibit-bibit bakat). Read more » Perilaku Manusia – Selayang Pandang

Perkawinan Maha Rsi Vyasa

Tanggapan terhadap tulisan Bapak Ngakan Putu Putera

1. Apa yang dipaparkan (di bawah) oleh Bapak Ngakan Putu Putera, itu benar.

2. Saya hanya ingin menambahkan, bahwa ‘model mengawan darurat’ dengan tujuan memperoleh keturunan, di Bali juga ada, terjadi sekitar tahun 1944 di salah satu Puri di Bali. Read more » Perkawinan Maha Rsi Vyasa

Panak Dia-Diu

Istilah ‘anak haram’ dalam tradisi beragama Hindu di Bali, menurut Lontar Men Brayut, disebut: PANAK DIA-DIU, yaitu kelahiran anak tanpa melalui pawiwahan yang ditandai dengan upacara mabeakala antara pasangan suami/ istri.

Jadi kalau anak lahir tanpa upacara beakala terlebih dahulu, itulah panak dia-diu. Contoh lain, baru me-beakala setelah si wanita hamil, anak dari kandungan ini juga termasuk panak dia-diu. Read more » Panak Dia-Diu

Menghilangkan Togel Dengan Kasih Sayang

Kitab-kitab suci dari Agama-agama apa pun pasti menyiratkan bahwa berjudi dengan segala dampaknya adalah perbuatan dosa. Masyarakat di Bali-pun tahu itu. Kata hati kejujuran dari mereka yang terlibat pun mengatakan hal itu.

Namun mengapa “penyakit masyarakat” ini makin marak, khususnya togel? Apakah para pendosa itu makin banyak? Walau demikian, masih ada sisa yang ingin menegakkan dharma, ingin mengajak saudara-saudaranya menjauhi dosa berjudi itu. Read more » Menghilangkan Togel Dengan Kasih Sayang

Cara Berbusana

Sloka yang mengatur dengan tegas (hitam di atas putih) tentang cara berbusana bagi para walaka (bukan Sulinggih) belum saya temukan, mungkin rekan-rekan lain ada yang tahu, silakan memberi masukan.

Bagi para Sulinggih (Pandita, Bhiksu/ Wiku) disebutkan dalam Silakrama tentang Satyabrata dan Amari Wesa. Read more » Cara Berbusana

10 Larangan Tri Kaya Parisudha

1. Kayika Parisudha

  1. Ahimsa: jangan membunuh sembarangan atau menyakiti mahluk lain
  2. Tan Mamandung: jangan mencuri
  3. Tan Paradara: jangan berzina Read more » 10 Larangan Tri Kaya Parisudha

Poliandri vs Poligami

1. Polyandry is the form of marriage in which a woman has two or more husbands at the same time. Polygamy is the form of marriage that permits a person to have more than one wife at the same time. Polygyny, women appear to welcome co-wives.

Lebih jauh Encyclopedia Americana menguraikan bahwa bilamana dalam poliandri para suami bersaudara kandung, dinamakan Adelphic polyandry atau Fraternal polyandry. Read more » Poliandri vs Poligami

Cuntaka

Menurut Keputusan Seminar Kesatuan Tafsir Terhadap Aspek-Aspek Agama Hindu yang disyahkan PHDI, hal-hal yang menyebabkan seseorang cuntaka (sebel) adalah: kematian, menstruasi, bersalin, keguguran kandungan, perkawinan, gamia-gamana (perkawinan yang dilarang Agama misalnya ayah mengawini anak gadisnya sendiri), salah timpal (bersenggama dengan binatang), hamil di luar nikah, mitra ngalang (berzina), kelahiran bayi tanpa nikah, sakit menahun (lepra, aids). Read more » Cuntaka

Page 1 of 212