Om Swastyastu. Sejarah dan Perkembangan Agama Hindu secara singkat dimulai sebagai berikut: Weda diperkirakan diwahyukan oleh Hyang Widhi sejak 2500 tahun sampai 1500 tahun Sebelum Masehi. Weda tidak diwahyukan sekaligus, tetapi bertahap melalui jarak waktu sekitar 1000 tahun dan diterima oleh tujuh Maha Rsi (Sapta Rsi), yaitu: Grtsamada, Wiswamitra, Wamadewa, Atri, Bharadwaja, Wasista, dan Kanwa.
Ketika Atman ber-reinkarnasi dapat mengambil wujud sebagai manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan sesuai dengan karmapala/ karmawasana Atman dalam kehidupan sebelumnya. Jika karmawasananya baik akan menjelma sebagai manusia suputra, demikian selanjutnya menurut jenjang subha-asubha karma yang membungkus Atman.
Om Swastyastu. Puja Trisandya dilaksanakan tiga kali sehari karena menurut Lontar Niti Sastra, kita sebagai penganut Hindu Sekte Siwa Sidanta memuja Matahari (Surya) sebagai keagungan dan kemahakuasaan Hyang Widhi. Matahari juga sumber energi atau sumber kehidupan.
Om Swastyastu. Tiga kerangka Agama Hindu, yaitu: Tattwa, Susila, dan Upacara. Yang dimaksud dengan Tattwa adalah cara kita melaksanakan ajaran agama dengan mendalami pengetahuan dan filsafat agama. Susila adalah cara kita beragama dengan mengendalikan pikiran, perkataan, dan perbuatan sehari-hari agar sesuai dengan kaidah-kaidah agama. Upacara adalah kegiatan keagamaan dalam bentuk ritual Yadnya, yang dikenal dengan Panca Yadnya: Dewa, Rsi, Pitra, Manusa, dan Bhuta Yadnya.
Om Swastyastu. Ada yang menanyakan bentuk/ gambar simbol Ongkara di India dengan di Bali kok beda? Padahal sama-sama Hindu. Tentang simbol Ongkara di India saya belum temukan sumber sastranya, tentang bentuk Ongkara di Bali saya dapat jelaskan (sumber: Lontar Krakah Modre Aji Griguh).
Recent Comments