Ask Bhagawan Dwija

Bhagawan DwijaAny private or public question about Hinduism aspects? Whatever lightweight or heavyweight level of the question(s), DO NOT HESITATE, just meet him online.
Yahoo Mail: bhagawandwija@yahoo.com
Facebook: facebook.com/people/bhagawan-dwija/1044273751

Features

Stiti Dharma MobileTry Stiti Dharma Mobile with your mobile phone (http://stitidharma.org). Picture preview beside. [1]
Translate this site using Google Translate. It doesn’t give a perfect result but give it a try. Click here. [2]
View our Gallery at the sidebar Pages menu (also appear at the top of our website). Click here. [3]
On going… A lot of QA (Question & Answer) content at QA category. Click here. [4]

Calendar

March 2010
M T W T F S S
« Feb    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Who's Online

11 visitors online now
11 guests, 0 members

Categories

Denpasar

Denpasar covers 125.42 square kilometers of land with an elevation ranging from 12 to 75 meters above sea level, and consisting of 3 Kecamatan. The Kecamatan of East Denpasar, South Denpasar, and West Denpasar.

Gelar Kiyai Mulanya dari Bali

Gelar Kiyai yang kini banyak digunakan oleh pemimpin spiritual dari saudara-saudara kita umat Islam di Indonesia ternyata lebih dahulu atau pertama kali digunakan di Bali. Ini terungkap dari sejarah yang tercantum antara lain pada ‘Purana Pura Besakih’ di mana pada bulan Juli tahun 1335 Raja Sri Aji Gajah Waktra melantik di Pura Besakih para pembantu Raja yang disebut ‘Manca’ (setingkat Gubernur sekarang) beragama Siwa-Bodha, dengan gelar Kiyai. Beliau para Manca itu, antara lain: Kiyai Agung Pangeran Tohjiwa, Kiyai Agung Smaranatha, Kiyai Pangeran Bendesa Mas, dan Kiyai Agung Kubayan.

Meru

Meru adalah salah satu bentuk niyasa berupa bangunan suci stana Ida Bhatara (manifestasi Ida Sanghyang Widhi Wasa) yang dalam tradisi beragama Hindu di Bali disebut pelinggih. Bangunan meru terdiri dari tiga bagian, yaitu: bagian pertama adalah pondamen atau bebaturan dibuat dari bahan batu, semen, paras, batu-bata, dengan ornamen yang disebut karang gajah, karang paksi, dan karang bun. Bagian kedua, di atas bebaturan ada gedong yang biasanya dibuat dari bahan kayu atau pasangan batu. Bagian ketiga atap atau kereb yang bertumpang-tumpang, dibuat dari bahan kayu dan ijuk. Terkadang atap bertumpang ini dibuat pula dari bahan seng, genting, atau semen-beton. Di dalam gedong disimpan simbol-simbol Ida Bhatara berupa patung dari bahan kayu, jinah bolong atau bahan lainnya yang bermutu tinggi, dan tidak jarang dibuat dari logam mulia murni atau hanya dilapisi emas/ perak.

Traditional Village of Baha

The population here is dominated by workers and the traditional farming community who own wide rice fields, and by the “Subak” organization that mainly functions to regulate water distribution for irrigation. The uniformity of the typical entrance gates of the family compounds combined with the traditional housing structures present a charming appearance for the village.

Bali Kuna

Pendahuluan

Bali Kuna adalah Bali sebelum ditaklukkan Majapahit (tahun 1343 Masehi). Penyebutan nama Bali Kuna mula-mula oleh Dr. R. Goris, pada tahun 1948. Beliau adalah anthropologist berkebangsaan Belanda yang menetap di Singaraja. Istilah itu digunakan untuk membatasi wilayah penelitian antara pra dan pasca pendudukan Majapahit yang membawa pengaruh besar pada bidang: kehidupan sosial, budaya, politik, dan perekonomian.

Page 1 of 22123451020...Last »