1. PENDIRIAN
Lembaga Stiti Dharma adalah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) didirikan pada tanggal 14 Nopember 2005 di Singaraja, Bali. Pencetusnya adalah Ida Pandita Nabe Sri Bhagawan Dwija Warsa Nawa Sandhi. Sekretariat beralamat di Geria Tamansari Lingga Ashrama, Jalan Pantai Lingga, Banyuasri, Singaraja, Bali. Telepon: +62 +362 22113, 27010. HP: +62 081-338-423-720. Email: bhagawan_dwija@stitidharma.org
2. TUJUAN
Tidak berafiliasi pada suatu organisasi politik atau organisasi lain dalam bentuk apapun. LSM ini bertujuan melestarikan tradisi beragama Hindu di Bali sesuai dengan ajaran-ajaran Agama Hindu yang bersumber dari Weda Sruti, Smerti, dan Kitab Suci lainnya.
3. LATAR BELAKANG
Agama Hindu yang berkembang di Bali mempunyai ciri-ciri khas sehingga membentuk budaya spesifik yang kemudian menyatu pada pola kehidupan umatnya sehari-hari. Kekuatan budaya Hindu di Bali telah berhasil mempertahankan eksistensi Agama Hindu dan membentuk perilaku manusia yang baik sehingga perlu ada upaya-upaya mempertahankan kelestariannya.
Globalisasi dunia yang terjadi antara lain karena kemajuan iptek dan komunikasi telah mempengaruhi kehidupan beragama umat Hindu di Bali. Pengaruh ini berdampak pada perubahan nilai-nilai budaya yang dapat bersifat positif atau mendukung kemajuan Agama Hindu, namun dapat pula bersifat negatif atau menghambat bahkan memudarkan, dalam arti degradasi yaitu hilangnya ciri-ciri khas Agama Hindu di Bali.
Para pendiri lembaga Stiti Dharma menyadari bahaya yang menimpa apabila pengaruh-pengaruh globalisasi negatif tidak segera diantisipasi.
4. KEGIATAN
A. Jangka Pendek
- Menyusun kelengkapan organisasi
- Mensosialisasikan visi dan misi LSM
- Mengumpulkan, mendata, dan mengkaji kitab-kitab suci yang menjadi acuan atau sumber sastra agama bagi berkembangnya tradisi beragama Hindu melalui: seminar, diskusi, dialog, dengan melibatkan para Sulinggih, tokoh-tokoh agama dan adat, cendikiawan Hindu, ormas-ormas kepemudaan dan kewanitaan yang bernafaskan Hindu, dan lain-lain
- Menerjemahkan lontar-lontar, menerbitkan buku-buku, menyebarkan brosur-brosur, dan mengadakan dharma wacana/dharmatula tentang tattwa, susila, dan upacara Agama Hindu
- Memproduksi film atau VCD tentang ritual Agama Hindu di Bali, meditasi, yoga, pengucapan mantra-mantra tertentu, dan lain-lain
- Bekerja sama dengan lembaga-lembaga tingkat Nasional dan Internasional dalam kegiatan pelayanan umat Hindu di bidang spiritual
- Memberikan masukan, saran, dan rekomendasi kepada Pemerintah dan Lembaga-lembaga tertentu, tentang hal-hal yang berkaitan dengan upaya melestarikan agama dan budaya Hindu di Bali
B. Jangka Panjang
Meluaskan kegiatan-kegiatan tersebut di atas ke seluruh Indonesia.
5. SUMBER DANA
- Intern organisasi
- Sumbangan/ Dana Punia dari pihak lain yang bersifat tidak mengikat dan tidak pula memberi peluang pada pihak penyumbang untuk mengintervensi gerak organisasi
6. SUSUNAN PENGURUS
- Ketua: Ida Pandita Nabe Sri Bhagawan Dwija Warsa Nawa Sandhi
- Wakil Ketua: Jro Gde Bramanda Hanaya, S.E, M.A
- Sekretaris/ Bendahara: Nyoman Sedana Hantara, Spd.
- Hubungan Masyarakat: Drs. Made Suwitra
7. KEANGGOTAAN
Lembaga Stiti Dharma dapat menerima setiap pemeluk Agama Hindu untuk menjadi anggota organisasi, di mana pun mereka berada.

Om Swastiastu,
Ida Bhagawan
saya ada pertanyaan mengenai pemakaian sumur, apakah dibenarkan berbagi sumur dengan tetangga yg lain pekarangan ?
Apakah dalam satu pekarangan dibenarkan ada lebih dari 1 sumur ?
Apakah dibenarkan juga kalau di atas sumur dipasangi atap, maksudnya agar pompa air tidak kehujanan ?
Terima kasih seblumnya, Om Shanti….Shanti…Shanti…Om
Wahyu