QUESTION:
Om Swastyastu Ida Bagawan, saya punya persoalan yang ingin saya tahu bagaimana solusinya. Sekarang saya sedang memperbaiki rumah, dan akan membangun rumah bertingkat. Saat ini, sebelum renovasi, saya mempunyai dua tugu yang sama-sama letaknya di bawah, yaitu Penunggun Karang dan Padmasari. Nah, setelah rumah renovasi, Padmasari mau saya pindahkan ke atas, dan akan ditambah lagi dengan tugu Penglurah dan sebagainya.
QUESTION:
Brata (hal-hal) apa saja yang sebaiknya dilakukan pada saat istri sedang hamil. Saya sekilas membaca di website Ratu Bhagawan tentang proses terbentuknya bayi, di mana sejak proses pembuahan sudah ada jiwa/ roh yang menghidupi berbeda dengan di Islam yang pernah saya tahu bahwa jiwa itu ditiupkan pada kehamilan bulan ke-3.
QUESTION:
Tiang punya pertanyaan mengenai karya mamungkah yang dilaksanakan di banjar-banjar di Bali. Yang mana karya tersebut diikuti dudonan karya yang setiap banjarnya berbeda-beda. Pertanyaan titiang adalah tentang definisi atau makna dari upacara:
- Neteg Beras
- Mendak Siwi
- Melasti
- Nyegara Gunung
- Mesasap Cokor
- Ngatep Karya
QUESTION:
Bagaimana mempelajari agama Hindu dengan baik dan benar? Bagaimana filosofi upacara Pitra Yadnya?
ANSWER:
Bahayanya bagi generasi muda Hindu yang dasarnya kurang mempelajari tattwa Agama Hindu dengan baik, kemudian membaca buku-buku Agama tanpa bimbingan seorang Guru (Nabe), akhirnya tersesat pada keyakinannya sendiri yang mengambang.
QUESTION:
- Puja Trisandya yang benar dengan mengucapkan “OM” 1 kali atau 3 kali di permulaan puja?
- Apakah Hindu mengenal hantu?
ANSWER:
1. Dewasa ini PHDI sudah menetapkan Puja Trisandya hanya dengan mengucapkan satu kali “OM” di permulaan puja. Dahulu Om diucapkan tiga kali untuk memenuhi delapan suku kata pada tiap bait, dan juga OM tiga kali, yang pertama untuk Ang, yang kedua untuk Ung, dan yang ketiga untuk Mang.
Recent Comments