Bali’s “mother temple”, the largest temple in Bali, is over 900 meters up to the slopes of Gunung Agung. It has been regarded as a holy place since pre-historic times in Bali. The first recorded mention of its existence is from an inscription from the fifteenth century. Its has been regarded as a central, holy temple for the entire island. All the allegiances of the Balinese people come together at Besakih. Each Regency has its own temple within the overall compound, as do each of the caste groups.
Some peaceful places you need to visit …
Badung
The Regency of Badung, which is located between 08 degrees south latitude and 115 degrees east longitude, is shaped like “keris”, a traditional sword in Bali. The Regency, which has only 418.52 square kilometers of land, is divided into six districts (kecamatan), 40 administrative villages (desa dinas and kelurahan), and as many as 117 traditional villages (desa adat). Read more » Bali for The World
Untuk orang yang meninggal dunia penjelasannya lebih lengkap, mengacu pada Lontar Catur Cuntaka, dan Kesatuan Tafsir Terhadap Aspek-aspek Agama Hindu sebagai berikut:
1. Bila sudah lama meninggal (lebih dari 42 hari sejak dikubur), lalu akan dibuatkan upacara Pitra Yadnya, maka cuntaka mulai sejak upacara Mejauman, sampai Ngaben. Read more » Cuntaka dan Mawinten
QUESTION:
1. Apakah arti harfiah dari kata “upawasa”? Dalam sastra suci mana (selain lontar) dapat ditemukan referensi mengenai upawasa?
2. Saya pernah mendengar bahwa kata “dharma” berasal dari urat kata “dhr” yang artinya “membawa/ menjinjing” sedangkan “agama” dari “a” artinya “tidak”, “gam” artinya “bergerak” dan “a” terakhir artinya “sesuatu”. Apakah penjelasan tersebut benar? Read more » Upacara Pensucian Roh
The endless metaphysical battle between good and evil is symbolically re-enacted time and time again by two weird characters, Barong and Rangda, who by their very perfomances, reinforce the magic power of the village and restore the balance between good and evil. Read more » Barong and Rangda
QUESTION:
Pertanyaan seputar jam persembahyangan Hari Raya Kuningan.
ANSWER:
Pada Hari Raya Kuningan, Ida Sanghyang Widhi Wasa memberkahi dunia dan umat manusia sejak jam 00 sampai jam 12. Jadi di saat itu sangat tepat kita datang menyerahkan diri kepada-Nya mohon perlindungan. Read more » Jam Persembahyangan Hari Raya Kuningan
QUESTION:
Mohon penjelasan Ida Pandita seputar Upacara Mepinton
ANSWER:
Upacara “Mepinton” ada dua versi; versi yang pertama adalah upacara yang bertujuan untuk menghaturkan terima kasih kepada Hyang Widhi atas segala karunia-Nya yang telah memberikan kehidupan kepada manusia. Read more » Upacara Mepinton
Tata laksana kehidupan di desa seperti pepatah kuno warisan leluhur:
SAGILIK-SAGULUK SALUNGLUNG SABAYANTAKA, PARAS-PAROS SARPANAYA, SALING ASAH, SALING ASIH, SALING ASUH
Artinya: bersatu-padu, saling menghargai pendapat orang lain, dan saling mengingatkan, saling menyayangi, saling tolong-menolong. Read more » Dresta
1. Meru tumpang 3, menurut Lontar Tutur Kuturan adalah bentuk meru yang pertama kali dikenalkan oleh Ida Bhatara Mpu Kuturan di Bali, sekitar abad ke-11.
Bangunan itu adalah simbol ‘Ongkara’ karena simbol Ongkara sebagai Sanghyang Widhi mempunyai kemahakuasaan: Read more » Pelinggih Meru Tumpang 2 dan 3
QUESTION:
Saya melihat di beberapa tempat, tetandingan banten Sekartaman dan Balen bebangkit berbeda-beda, yaitu ada yang menggunakan carang jepun, ada yang memakai tebu, dan ada yang memakai pugpug. Manakah yang benar dan apakah maknanya? Read more » Banten Sekartaman dan Balen Bebangkit
|
|
Recent Comments