Ask Bhagawan Dwija

Bhagawan DwijaAny private or public question about Hinduism aspects? Whatever lightweight or heavyweight level of the question(s), DO NOT HESITATE, just meet him online.
Yahoo Mail: bhagawandwija@yahoo.com
Facebook: bali.stitidharma.org/facebook

Features

Stiti Dharma MobileTry Stiti Dharma Mobile with your mobile phone (http://stitidharma.org). Picture preview beside. [1]
Translate this site using Google Translate. It doesn’t give a perfect result but give it a try. Click here. [2]
View our Gallery at the sidebar Pages menu (also appear at the top of our website). Click here. [3]
On going… A lot of QA (Question & Answer) content at QA category. Click here. [4]

Calendar

March 2010
M T W T F S S
« Feb    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Who's Online

9 visitors online now
8 guests, 1 members

Categories

Buleleng

This regency sprawls over the full length of Bali’s north coast. It is hot, dry, and fringed with black sand beaches and coconut palms. It meet Karangasem in the northeast coast into the untouched jungle territory of Bali’s National Park, on the west end of the island.

Bali for The World

Some peaceful places you need to visit …

Badung

The Regency of Badung, which is located between 08 degrees south latitude and 115 degrees east longitude, is shaped like “keris”, a traditional sword in Bali. The Regency, which has only 418.52 square kilometers of land, is divided into six districts (kecamatan), 40 administrative villages (desa dinas and kelurahan), and as many as 117 traditional villages (desa adat).

Mpu Kuturan dan Menjangan

Om Swastyastu. Dalam Lontar Tutur Kuturan, disebutkan bahwa ketika Ida Mpu Kuturan datang ke Bali, ada seekor manjangan (rusa) yang menghampiri beliau dan menawarkan diri untuk ditunggangi menuju Bali. Beliau ‘mendarat’ di Cekik. Tempat itu bernama cekik karena Ida Mpu Kuturan agak keras memegang leher Manjangan itu, berdasar firasat bahwa beliau sudah sampai di Bali. Si Manjangan lalu turun ke bumi. Tempat itu sampai sekarang bernama hutan Cekik (pertigaan Negara – Singaraja).

Menjadi Sulinggih di Jaman Kali

Kedudukan Pandita (Pendeta) dalam masyarakat Hindu sangat mulia sehingga dinamakan Sulinggih, artinya kedudukan yang utama. Selain disebut sebagai Sulinggih juga disebut sebagai Sang Dwijati, artinya yang lahir kedua kali.

Ida Sanghyang Widhi Menciptakan Bumi Untuk Kesejahteraan Manusia

Awalnya bumi diciptakan berupa air. Di atas air Dewa Wisnu beryoga; kemudian dari pusar-Nya keluar bunga teratai. Dari bunga teratai keluarlah Dewa Brahma. Ketika Dewa Brahma bertanya tentang diri-Nya, Wisnu menjelaskan bahwa Brahma dilahirkan oleh-Nya, namun Brahma menyangkal. Di saat pertentangan Wisnu dan Brahma memuncak tiba-tiba muncul sebuah Lingga yang besar dan sangat tinggi. Wisnu dan Brahma bertarung untuk membuktikan kesaktian masing-masing dengan cara menemukan pangkal dan puncak Lingga.Wisnu mencari pangkal Lingga; untuk itu Ia berubah menjadi seekor babi. Brahma mencari puncak Lingga, untuk itu Ia berubah menjadi seekor angsa. Keduanya tak berhasil dan seketika hadirlah Dewa Siwa seraya menjelaskan bahwa Mereka bertiga adalah Brahman yang Maha Tunggal di mana segala penciptaan dilaksanakan oleh Brahma, pemeliharaan oleh Wisnu, dan pemusnahan oleh Siwa.

Upacara Pawiwahan Sadampati

1. TATTWA

Upacara Pawiwahan Sadampati adalah upacara yang sangat sederhana, biayanya sedikit namun makna yang dikandung sangat tinggi, karena banten (upakara) yang digunakan dalam upacara pawiwahan ini mengandung simbol-simbol yang lengkap. Perkataan Sadampati terdiri dari rangkaian kata-kata: sa-dampa-ti masing-masing kata berarti sebagai berikut: sa = satu; dampa = tempat duduk/ bangku; ti = orang. Keseluruhan berarti: orang-orang yang duduk bersama dalam satu bangku untuk menikah.
Acuan upacara ini adalah lontar: Dharma Kauripan.

Belajar Veda

Seseorang yang akan mempelajari kitab suci Weda/ sastra Agama wajib mensucikan diri terlebih dahulu karena dalam diri yang sudah suci akan terwujud pikiran-pikiran suci sehingga ajaran Weda mudah meresap.

Yang dimaksud dengan mempelajari Weda, adalah:

  1. Belajar tattwa agama, misalnya dharma gita, mendalami tattwa, dll.
  2. Belajar ritual agama misalnya membuat banten, tukang wadah, undagi, dalang, dll.
Page 1 of 10712345102030...Last »