Any private or public question about Hinduism aspects? Whatever lightweight or heavyweight level of the question(s), DO NOT HESITATE, just meet him online.
Yahoo Mail: bhagawandwija@yahoo.com Facebook:
Try Stiti Dharma Mobile with your mobile phone (). Picture preview beside. [1]
Translate this site using Google Translate. It doesn’t give a perfect result but give it a try. Click . [2]
View our Gallery at the sidebar Pages menu (also appear at the top of our website). Click here. [3]
On going… A lot of QA (Question & Answer) content at QA category. Click here. [4]
Approximately 1.5 hour from Badung north of Padang Bai. There is most popular diving site or snorkeling in Bali. A shipwreck and a drop-off accesible from the beach offer easy access to colorful under water world. The magnificent coral viewing, also notorious for sharks, rays and a wide variety of beautiful fish live. Diving courses are also available.
The Regency of Badung, which is located between 08 degrees south latitude and 115 degrees east longitude, is shaped like “keris”, a traditional sword in Bali. The Regency, which has only 418.52 square kilometers of land, is divided into six districts (kecamatan), 40 administrative villages (desa dinas and kelurahan), and as many as 117 traditional villages (desa adat).
Bali is living culture rich in traditional and religious ceremonies. Everyday, the island is enriched with colorful and glittering rituals from temple anniversaries to wedding and death rituals; all become attractive for tourist consumption. But to carry out a ceremony, is indeed a complex business. To hold a cremation for dead family members, especially those coming from wealthy and noble clans, involves all village members and cost from Rp.50 million (US$5,500) for a very modest ceremony to Rp.3 billion for lavish one.
Om Swastyatu. Pura Jagatnatha yang ada di setiap Kabupaten adalah jenis Pura “penyungsungan jagat” yang dibangun dengan pertimbangan mula-mula agar “kaum pendatang” yang tidak “mekrama desa” di kota itu mempunyai tempat bersembahyang. Hal ini disebabkan karena Pura-pura Kahyangan Tiga yang sudah ada sebelumnya (dari zaman Mpu Kuturan) adalah bagi penduduk desa pakraman yang bersangkutan.
Seorang Sulinggih sedang duduk-duduk dengan anggun di bangunan “Gedong” di sebuah Geria, ketika keheningan pagi itu terkuak oleh sapaan seorang kaula yang datang nangkil: “Ratu Sulinggih, titiang mamitang lugra” kemudian kaula lain teman dan keluarga si kaula yang paling tua itu turut mengucapkan sapaan setengah berguman sambil mencari-cari tempat duduk yang pantas yaitu di bawah, dan di teben.
Om Swastyastu. Tiga kerangka Agama Hindu, yaitu: Tattwa, Susila, dan Upacara. Yang dimaksud dengan Tattwa adalah cara kita melaksanakan ajaran agama dengan mendalami pengetahuan dan filsafat agama. Susila adalah cara kita beragama dengan mengendalikan pikiran, perkataan, dan perbuatan sehari-hari agar sesuai dengan kaidah-kaidah agama. Upacara adalah kegiatan keagamaan dalam bentuk ritual Yadnya, yang dikenal dengan Panca Yadnya: Dewa, Rsi, Pitra, Manusa, dan Bhuta Yadnya.
Seputar perbedaan pendapat dan tafsir pada Kalender Bali.
ANSWER:
Keluhan yang anda sampaikan sering terdengar di kalangan umat Hindu khususnya di Bali. Menurut pendapat saya sebaiknya di Bali ada organisasi para penyusun kalender yang menyatukan pendapat dan tafsirnya sehingga kalender yang dibuat mereka sama. Namun demikian kerancuan ala ayuning dewasa dapat dihindarkan karena umat Hindu di Bali selalu menanyakan ketetapan/ keputusan Sulinggih yang dimohon untuk “muput” upacaranya.
Recent Comments